DETAIL BERITA

Negatif Covid-19, Pasien Suspect Corona Di Dumai Diperbolehkan Pulang

Sabtu, 14 Maret 2020 11:57 WIB
Administrator

DUMAI - Alhamdulillah, setelah 11 hari dirawat di RSUD Dumai pasien Suspect Covid-19 atau Corona dinyatakan Negatif Covid-19.

"Tadi malam (Jum'at) sekira pukul 18.30 WIB kita mendapatkan kabar dari Kementerian Kesehatan RI. Pemeriksaan di  Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan RI menyatakan hasil tes negatif Covid-19," kata Walikota Dumai H. Zulkifli AS melalui plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H. Syahrinadi pada konferensi pers di ruang rapat RSUD Dumai, Sabtu (14/03/2020).

Saat konferensi pers, H. Syahrinaldi didampingi Dandim 0320/Dumai Letkol Inf Irdhan, Sekretaris Dinas Kesehatan Dumai dr. Syaipul, Ketua Tim Covid-19 dr. Fahmi, Kabid Pelayanan dr. Herman, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Dumai, Nurbaiti dan jajaran Dinas Kesehatan Kota Dumai lainnya.

H. Syahrinaldi mengatakan selama 11 hari dirawat kondisi pasien terus membaik. Namun tim dokter yang menangani tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Balitbangkes. Dengan hasil negatif ini, pasien sudah diperbolehkan pulang.



Lebih lanjut Syahrinaldi mengimbau masyarakat Kota Dumai tidak panik namun tetap waspada terhadap penyebaran virus Corona. "Jangan lupa cuci tangan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hindari tempat keramaian dan kenakan masker," imbau Syahrinaldi.

Terhadap pencegahan dan penanganan wabah Covid-19, Syahrinaldi mengatakan bahwa Pemko Dumai sudah melakukan penanganan serius dan penyampaian informasi yang tepat kepada masyarakat tentang virus Corona kepada masyarakat umum. Mulai dari cara pencegahan, hingga bagaimana penanganan yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang diduga terjangkit.

“Kami memberikan edukasi dengan menekankan pentingnya pola hidup sehat seperti mencuci tangan saat atau setelah berpergian dan juga ketika akan makan," katanya.

Kemudian bagi mereka yang sakit pun diimbau selalu menggunakan masker, demi mencegah penularan kepada orang lain. Jika memang memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, flu, sesak nafas, batuk parah, dan sakit tenggorokan sebaiknya datang ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.