PERTANYAAN

an. an
Selasa, 31 Maret 2020

Jk boleh saran. Krn saya liat di berita bahwa tenaga kerja indonesia dr malaysia plg ke indonesia lewat dumai/riau. Alangkah baiknya Jika semua di karantina selama 14 hari agar mengetahui mereka bebas corona spy tdk memperbanyak ODP di riau.krn blm akurat hanya cek suhu badan. Bisa aja sehat tp blm ada gejala atau sehat kelihatan tp berpotensi sbg carier/pembawa corona. Mohon kiranya saran saya ditrima. Demi kebaikan bersama. Salam sehat


Balasan
Admin
Selasa, 31 Maret 2020

Selamat pagi.

Terimakasih atas saran dan masukan yang Bapak/Ibu berikan. Opsi karantina masih menjadi salah satu agenda atau langkah kita dalam menghadapi kedatangan saudara-saudara kita Tenaga Kerja Indonesia yang pulang dari Negara Malaysia. Untuk diketahui, saudara-saudara kita (Tenaga Kerja Indonesia) tersebut dipulangkan melalui jalur laut ke Tj. balai Karimun. Dilakukan skrining di Tj. Balai Karimun. Dan apabila lolos skrining, maka dapat melanjutkan perjalanan menuju daerah asalnya. Untuk yang berasal dari Pulau Sumatera, maka jalur masuk melalui Pelabuhan Kota Dumai. Pun sekali lagi dilakukan skrining oleh Petugas Kesehatan setibanya mereka di Dumai.

Selanjutnya, mereka diberikan Kartu HAC, leaflet dan edukasi untuk isolasi diri di rumah, serta didata Nomor Seluler Aktif mereka, agar mudah dilakukan pemantauan. Tenaga Kerja ini diatur sedemikian rupa sehingga tidak kontak dengan warga kita, dan langsung masuk kedalam kendaraan transport yang membawa mereka masing-masing sesuai dengan tujuannya. Mereka sudah diminta untuk isolasi diri selama 14 hari.

Terima kasih.

Erfendi
Senin, 30 Maret 2020

Selamat malam Admin, utk mengetahui hasil tes PDP apakah positif atau negatif, butuh waktu berapa? Bukankah status PDP warga kita itu sudah lebih dari 2minggu? Terima kasih, semoga wabah ini cepat berlalu...Amin.


Balasan
Admin
Selasa, 31 Maret 2020

Selamat malam Bapak. 

Usapan swab dari pasien yang masuk kategori PDP sudah kita kirim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk kemudian dikirim ke Laboratorium yang ada di Jakarta sesuai dengan Protap yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Namun, sampai email ini kami balas, kami belum mendapat jawaban konfirmasi hasil dari swab tersebut. Kami selalu menindaklanjuti dan melakukan follow up setiap hari ke Dinas Kesehatan Provinsi dan kontak yang ada di Jakarta. Mudah2an dalam waktu dekat, kita sudah mendapatkan hasilnya.

Terimakasih.

Dicki Arfianto
Senin, 30 Maret 2020

Salam sehat utk kita semua. Terima kasih Om Admin atas perbaikan nama Kelurahan Laksamana????. Terkait dgn bertambahnya ODP dari hari ke hari, diharapkan agar himbauan pemerintah pusat khususnya himbauan Pemko Dumai utk lebih dioptimalkan lagi krn masih saja ditemui kerumunan orang. Krn utk memutus mata rantai peredaran virus Covid-19 di dumai harus kerjasama semua elemen daerah, mulai dari pemuka agama hingga di akar rumput RT (Rukun Tetangga). Dengan harapan agar wabah ini dapat segera sirna dari Kota Dumai. Terkait dgn kerumunan warga,apakah ada nomor hotline didumai khusus utk pengaduan kerumuan/keramaian ini? Terima kasih ya min.


Balasan
Admin
Selasa, 31 Maret 2020

Selamat pagi. Salam sehat untuk kita semua.

Pertama kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi untuk Bapak atas masukan dan harapannya. Benar sekali, kita sudah melakukan penghimbauan ini dari beberapa hari yang lalu melalui perangkat Camat. Lurah, Puskesmas dan juga melibatkan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan juga RT. Usul bapak benar dan kami sadari harus kembali melakukan penyebaran himbauan sampai ke tingkat RT dan keluarga. 

Selain itu, kami dari Pemerintah Kota Dumai berharap kepada seluruh Masyarakat Kota Dumai, terkhusus kepada semua kepala Keluarga dan orang tua, untuk tidak memberikan izin kepada anak dan anggota keluarganya untuk berkumpul dan menuju ke temapat keramaian. Kita harus sesegera mungkin memutus potensi mata rantai penularan kasus COVID-19 ini. 

Untuk nomor Hotline kita terkait COVID-19 adalah di nomor 0821-7130-1412 dan 0821-7130-1416. Tentunya kita akan bekerjasama dengan aparat terkait bilamana ditemukan keramaian yang tidak sesuai dengan himbauan dan edaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Terimakasih.

HARDI
Minggu, 29 Maret 2020

Selamat sore admin. Kenapa hasil test covid harus melalui rujukan krna hasil pasti lama keluar Sementara berita dr pemerintah pusat sdh menyalurkan alat rapidctest nya admin? Supaya yg sering berada di luar lbh bs waspada.Semoga masyarakat dumai bebas dr virus berbahaya ini.


Balasan
Admin
Minggu, 29 Maret 2020

Selamat sore. 

Sesuai dengan protokol dan pedoman yang sudah ditetapkan Pemerintah serta mengacu kepada Protokol dari WHO (badan kesehatan dunia), maka pemeriksaan Gold Standar untuk konfirmasi positif COVID-19 adalah melalui metode RT-PCR. Laboratorium yang mampu memeriksa dengan teknologi RT-PCR untuk wilayah Riau ditetapkan Pemerintah Pusat adalah di BTKL Jakarta. Namun, saat ini, Pemerintah Provinsi Riau melalui RSUD AA akan upgrade Laboratorium sehingga diharapkan dalam waktu dekat kita bisa melakukan Pemeriksaan Laboratorium cukup di Pekanbaru saja untuk konfirmasi kasus sesuai protokol yang ada.

Sedangkan Rapid Test adalah alat yang belum menjadi standar baku dalam penentuan seseorang terkonfirmasi positif dari COVID-19. Namun rapid test sesuai dengan protokol yang ada, dapat digunakan untuk skrining pada ODP, OTG ataupun PDP. Hasil positif dari rapid Test tetap harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT-PCR. Dan hasil negatif Rapid Test juga akan dikonfirmasi beberapa hari kedepan dengan rapid test. 

Pemerintah Kota Dumai akan segera menggunakan rapid test yang didistribusikan dari Pemerintah Pusat untuk keperluan skrining ini sesuai dengan skala prioritas yang ada.

Demikian dapat kami sampaikan. Terimakasih.

Erwin hottua
Minggu, 29 Maret 2020

Selamat siank bpk/ibu pertanyaan saya adalah pasien 2 orang yg telah meninggal dunia itu apakah ada warga kota Dumai? Trim'sk.


Balasan
Admin
Minggu, 29 Maret 2020

Selamat siang. 

Betul sekali Bapak, bahwa 2 pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia adalah benar warga Kota Dumai.

Terimakasih.